Status dan Kedudukan Bank Sentral (BI)

0

STATUS DAN KEDUDUKAN BANK INDONESIA

:: Lembaga Negara yang Independen

 Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999 dan sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Republik Indonesia No 6/2009. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerintah dan/atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.

Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.

Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.

:: Sebagai Badan Hukum

Status Bank Indonesia baik sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata ditetapkan dengan undang-undang. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.

sumber : http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Fungsi+Bank+Indonesia/Status+dan+Kedudukan/

Kegiatan Operasional Bank

0
Kegiatan operasional bank adalah :

  1. menerima simpanan
  2. memberikan kredit jangka pendek
  3. memberikan kredit jangka menengah dan kredit jangka panjang dan / atau turut serta dalam perusahaan
  4. memindahkan uang
  5. menerima dan membayarkan kembali uang dalam rekening koran
  6. mendiskonto
  7. membeli dan meminjam surat-surat pinjaman
  8. membeli dan menjual cek, surat wesel, kertas dagang yang lain dan pembayaran dengan surat dan telegram
  9. memberikan jaminan bank dengan tanggungan yang cukup
  10. menyewakan tempat menyimpan barang-barang berharga
Undang-undang perbankan tahun 1992 hanya membedakan dua macam bank, yaitu bank umum dan bank perkreditan rakyat. Menurut undang-undang perbankan tahun 1992, kegiatan usaha BPR meliputi :
  1. menghimpun dana dari masyarakat
  2. memberikan kredit, dan
  3. menyediakan pembiayaan bagi para nasabahnya dengan menggunakan sistem bagi hasil.

Tugas & Fungsi Bank

0

Tugas Bank

A.   Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

     1. Menetapkan sasaran monter dengan memperhatikan laju inflasi yang ditetapkannya.
2. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara termasuk tetapi  tidak terbatas   pada :
– Operasi pasar terbuka di pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing
– Penetapan tingkat diskonto
– Penetapan cadangan wajib minimum dan
– Pengaturan kredit dan pembiayaan
B. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
     1. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas jasa sisa pembayaran
2. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya
3. Menetapkan penggunaan alat pembayaran
 C. Mengatur dan mengawasi bank

Fungsi Bank

Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
1. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
2. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
3. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam)
Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.
Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.

Adapun secara spesifik bank bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.

1. Agent Of Trust
Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan  kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.

2. Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.

3. Agent Of Services
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.

sumber : http://bulinterista-bulinterista.blogspot.com/2012/04/pengertian-bankklasifikasitugas-dan.html

Klasifikasi Bank

0

KLASIFIKASI BANK

Klasifikasi bank
Bank diklasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu:
1. Segi fungsinya,
2. Segi kepemilikannya,
3. Segi status,
4. Segi penentuan harganya.

Berdasarkan segi fungsinya, bank diklasifikasi menjadi:

1. Bank umum (komersial + syariah): bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberi-kan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2. BPR: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar-kan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Berdasarkan segi kepemilikannya, bank diklasifikasi menjadi:

1. Bank Pemerintah: bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah;

2. Bank swasta nasional: bank yang seba-gian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional Indonesia;

3. Bank koperasi: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh perusahaan berbadan hukum koperasi;

4. Bank asing: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh asing, baik swasta maupun pemerintah asing.

5. Bank campuran: bank yang modalnya dimiliki swasta nasional Indonesia dan asing, dan pada umumnya sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta Indonesia.

Berdasarkan segi statusnya, bank diklasifikasi menjadi :

1. Bank devisa: bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas.

2. Bank nondevisa: bank yang tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

Berdasarkan segi cara menentukan harga, bank diklasifikasi menjadi :

1. Bank konvensional: bank yang dalam menentukan harganya menetapkan suatu tingkat bunga tertentu, baik untuk dana yang dikumpulkan maupun disalurkan.

2. Bank syariah: bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah.

sumber : http://kadandia.blogspot.com/2012/03/klasifikasi-bank.html

Pengertian Bank

0

Bank (pengucapan bahasa Indonesia: [bang]) adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankanbank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bank

Tugas Translate

0

SISTEM ANALISIS DOKUMENTASI

 

 

Oleh : ADITYA RAMADHANI, CAHYO TRISNANTO, DEVI AYU ALAYA, FARID CHUSYAIRI, IBNU IRFAN PANANJUNG, NASRUL ADI ASHARI

Sumber : Buku Accounting Information System

Karangan : Gelinas, Oram dan Wiggins

—Tugas ini untuk mata kuliah softskill Sistem Informasi Akuntansi—

 

ABSTRAK

Bab ini mengajarkan Anda untuk mempersiapkan dokumentasi yang menggambarkan aspek sistem informasi. kami tunjukkan cara menggambarkan diagram alur data yang dan diagram alur untuk menggambarkan komponen logis dan fisik dari suatu sistem informasi. kami juga menjelaskan data kamus.

Entri dalam kamus data menggambarkan data, file, dan proses dalam sebuah sistem informasi. bila Anda telah menyelesaikan mempelajari bab ini, Anda harus telah mengembangkan fasilitas beberapa dalam menyiapkan dan menggunakan informasi dokumentasi sistem.

Tujuan pembelajaran

-          Untuk membaca dan mengevaluasi informasi dokumentasi sistem

-          Untuk mempersiapkan diagram alur data dan diagram alur sistem dari narasi.

Pengantar

Kami memperkenalkan diagram alur data, diagram alur sistem, dan kamus data dalam bab ini, dan kami menunjukkan kepada Anda bagaimana untuk membaca dan mempersiapkannya.

fasilitas dengan alat-alat yang dapat membantu anda mendokumentasikan sistem membaca untuk memahami dan mengevaluasi sistem informasi. Anda tidak dapat mencapai tujuan bab ini belajar dengan rad tradisional dan metode penelitian. Oleh karena itu, Anda tidak bisa menjadi pengamat pasif dalam proses. Anda harus bekerja bersama dengan kami karena kami menunjukkan alat-alat. lebih lanjut, Anda harus berlatih untuk mengembangkan keterampilan Anda.

Auditor, analis sistem, mahasiswa dan pihak lain yang tertarik menggunakan dokumentasi untuk memahami, menjelaskan, dan meningkatkan sistem informasi yang kompleks. pertama, mempertimbangkan “khas” sistem informasi. menganggap bahwa sistem ini Komputer berbasis, memiliki sejumlah terminal terhubung melalui jaringan telekomunikasi, digunakan oleh puluhan orang di dalam dan di luar organisasi. memiliki ratusan program yang melakukan fungsi hampir setiap departemen dalam organisasi, diproses ribuan dan ratusan permintaan informasi manajemen, dan setiap orang di seluruh organisasi menyiapkan input dan menerima output sistem.

Untuk sistem seperti itu, kita memerlukan “gambar” daripada deskripsi narasi. untuk “melihat” dan menganalisis semua input dan output. misalnya dengan flowchart sistem, kita dapat menganalisis arus dokumen melalui manajemen operasi, dan sistem informasi, dan kita dapat memahami yang menerima output dan di mana mereka menerima mereka. mungkin dianalisis kami akan mengarah pada perbaikan sistem. kami yakin bahwa, setelah menyiapkan dan menggunakan sistem informasi dokumentasi sistem, Anda akan setuju bahwa diagram aliran data dan diagram alur jauh lebih efisien (dan efektif) kemudian adalah narasi untuk bekerja dengan sistem yang kompleks. penerapan alat ini. bahkan pada sistem yang relatif sederhana digambarkan dalam buku ini, harus meyakinkan Anda tentang fakta ini. selain menggunakan dokumentasi untuk memahami dan meningkatkan sistem, organisasi dapat menggunakannya untuk tujuan penting lainnya. misalnya, dokumentasi digunakan untuk menjelaskan sistem dan untuk melatih personel.

Juga, dokumentasi digunakan oleh audithors untuk menggambarkan sistem informasi sehingga dapat memahami sistem dan untuk mengevaluasi sistem kontrol. kita akan menggunakan alat dokumentasi seluruh sisa buku teks. jika Anda menginvestasikan waktu sekarang untuk mempelajari alat-alat dan berlatih menggunakan mereka, usaha Anda akan dihargai dengan meningkatkan pemahaman Anda mengenai bab berikut.

 

Data Flow Diagrams

Suatu diagram arus data (dfd) adalah presentasi grafis dari suatu sistem. dfd yang menggambarkan komponen sistem ini, data mengalir di antara komponen, dan sumber-sumber, detinations, dan penyimpanan data. Gambar 3.1 menunjukkan empat simbol yang digunakan dalam dfd a. mempelajari simbol dan definisi mereka sebelum membaca di. perhatikan bahwa proses dapat berupa sebuah entitas pada diagram aliran data phisycal atau proses pada diagram aliran data logis.

 

 

 

 

 

 

 

Symbol bulat adalah lambang dari suatu proses. Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dan hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dilakukan arus data yang akan keluar dari proses.
 

 

 

 

Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. Arus data ini mengalir diantara proses (Process).
 

 

Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang berupa orang.

 

Symbol ini merupakan tempat dimana data itu disimpan.

 

 

Gambar 3.1 Simbol DFD

 

Catatan: lingkaran dapat berupa sebuah entitas pada diagram aliran data fisik atau proses pada diagram aliran data logis

Jenis-jenis DFD

Konteks Diagram

Gambar 3.2 adalah contoh dari tipe pertama kami dfd, diagram konteks adalah doagram tingkat atas dari suatu sistem informasi yang menggambarkan data mengalir ke dalam dan keluar dari entitas eksternal. mari kita gunakan gambar 3.2 untuk mempelajari istilah beberapa sistem yang signifikan. pada saat yang sama, kita dapat menyadari pentingnya diagram konteks.

Gambar 3.2 menjelaskan beberapa istilah penting dalam sistem.

Lingkaran dalam diagram konteks mendefinisikan batas sistem. sebuah batasan antara “sistem bunga” dan lingkungan sistem. lingkungan terdiri dari semua yang mengelilingi sistem, sedangkan entitas dalam diagram konteks menunjukkan lingkungan yang relevan. lingkungan yang relevan adalah bagian dari lingkungan yang mempengaruhi “sistem bunga” karena sistem didefinisikan.

Misalnya, pada gambar 3.2, hanya pelanggan dan bank berada dalam lingkungan yang relevan. bisa kita termasuk penyewa sebagai sumber pembayaran untuk sewa? ya – dan, jika kita lakukan, diagram konteks akan menyertakan “penyewa” kotak entitas aliran data yang menggambarkan pembayaran sewa.

Akhir kami sistem konsep antarmuka. interface adalah aliran yang menghubungkan sistem dengan lingkungan tersebut sistem. dalam gambar 3.2, “pembayaran” dan “deposit” adalah antarmuka. hubungan antara subsistem juga interface.

 

Physical Data Flow Diagram

Physical Data Flow Diagram (diagram aliran data fisik) adalah representasi bergambar dari sistem yang menunjukkan entitas sistem internal dan eksternal, serta arus data masuk dan keluar dari entitas. Entitas internal bisa berupa :

Orang atau tempat (misalnya, departemen) atau mesin (misalnya, komputer) yang mengubah data dalam system

Physical DFD menentukan di mana, bagaimana, dan oleh siapa suatu proses sistem dicapai, bukan memberi tahu kita apa yang sedang dicapai. Sebagai contoh, pada Gambar 3.3 menjelaskan bahwa “Penjualan petugas” menerima uang tunai dari “Pelanggan” dan mengirim uang dan data pendaftaran ke “Kasir”. Jadi, kita bisa lihat kemana uang pergi dan bagaimana penerimaan kas data diterima, tapi kita tidak tahu persis apa yang dilakukan oleh petugas penjualan.

Lingkaran physical DFD yang diberi label dengan nouns (kata benda) dan arus data yang diberi label bisa menunjukkan bagaimana data yang ditransmisikan antar . Sebagai contoh, “Petugas Penjualan” mengirimkan “66W Form” untuk “Pembukuan”, maka itu menunjukkan persis di mana lokasi file (dalam “Pembukuan”) dan label file menunjukkan bagaimana (dalam “penjualan buku biru”) sistem menyimpan catatan penjualan, sedangkan kotak entitas pada diagram konteks menentukan entitas eksternal di dalam lingkungan yang relevan, lingkaran-lingkaran di dalam Physical DFD mendefinisikan entitas internal.

 

Gambar 3.3 Physical Data Flow Diagram

Logical Data Flow Diagram

Sebuah Logical Data Flow Diagram adalah gambaran representasi dari sistem yang menunjukkan pemrosesan di dalam sistem dan aliran data yang masuk dan keluar dari proses. Kami menggunakan Logical DFD untuk mendokumentasikan sistem informasi karena kita dapat mewakili sifat logis dari sistem (tugas yang sedang dilakukan sistem) tanpa harus menentukan bagaimana, dimana, atau oleh siapa tugas dapat diselesaikan.

Gambar 3.4 Logika Data Flow Diagram (Diagram level 0)

Keuntungan dari Logical DFD (dibandingkan dengan Physical DFD) adalah bahwa kita dapat berkonsentrasi pada fungsi yang dilakukan sistem. Lihat, misalnya Gambar 3.4, di mana label pada data flow menggambarkan sifat dari data, bukan bagaimana data ditransmisikan. Apakah “Pembayaran” dilakukan dalam bentuk cek, uang tunai, kartu kredit, atau kartu debit? Kita tidak tahu. Apakah “Jurnal Penjualan” sebuah buku, kartu, atau file komputer? Sekali lagi kita tidak tahu. Apa yang kita tahu adalah pembayaran telah diterima, diverifikasi untuk keakuratan, tercatat dalam jurnal penjualan dan disimpan di bank. Jadi, sebuah Logical DFD menggambarkan kegiatan suatu sistem, sedangkan Physical DFD menggambarkan infrastruktur dari sistem. Kita membutuhkan kedua gambar tersebut untuk sepenuhnya memahami sebuah sistem.

Jadi, perhatikan bahwa proses dalam Gambar 3.4 diberi label dengan “kata kerja” yang menggambarkan tindakan yang dilakukan, dan tidak dilabeli dengan “kata benda” yang kita lihat dalam Physical DFD.

Gambar 3.4 adalah perincian dari diagram konteks pada Gambar 3.2. Karena semua lingkaran-lingkaran pada Gambar 3.4 di beri nomer diikuti dengan titik desimal dan angka nol, diagram ini sering disebut dengan diagram “level 0″. Anda harus menyadari bahwa setiap data yang masuk dan keluar dari lingkaran konteks pada Gambar 3.2 juga mengalir masuk dan keluar dari lingkaran pada Gambar 3.4 (kecuali untuk laporan arus diantara lingkaran-lingkaran, seperti “Data Penjualan”, yang terdapat pada lingkaran di Gambar 3.2). Ketika dua DFD -dalam hal ini, konteks dan level 0- memiliki arus data yang sama dengan data eksternal, kita dapat simpulkan bahwa DFD sudah seimbang. Jika yang seimbang yaitu, diagram konteks, Logical DFD, dan Physical DFD, berarti DFD sudah benar.

Untuk memperoleh Gambar 3.4, kita telah “merinci” diagram konteks pada Gambar 3.2 ke dalam komponen yang lebih kecil. Kami telah melihat ke dalam diagram konteks untuk melihat subdivisi utama dari “proses penerimaan kas”. Subdivisi berurutan, atau “perincian”, dari Logical DFD disebut partisi top-down dan, ketika dilakukan dengan benar, pasti akan mengarah pada DFD yang seimbang.

Kami akan menggunakan Gambar 3.5, yang menggambarkan satu set generik DFD yang telah seimbang, untuk belajar mempartisi dan menyeimbangkan. Perhatikan bahwa level 0 DFD (bagian b) memiliki input yang sama (A) dan output yang sama (B) sebagai diagram konteks (bagian a). Sekarang lihat pada bagian c, yaitu perincian lingkaran 1.0. Bagian c memiliki input yang sama (A) dan output yang sama (C dan D) di bagian b. Hubungan ini harus tetap ada karena diagram 1.0 (bagian c) merupakan perincian dari lingkaran 1.0 pada bagian b. Hal yang sama dapat dikatakan untuk bagian d, yang merupakan partisi dari lingkaran 3.0. Jadi, bagian e menunjukkan diagram 3.1, yaitu sebuah partisi dari lingkaran 3.1. Pelajari Gambar 3.5 dan pastikan Anda memahami hubungan antara level di dalam DFD. Ketika Anda sedang mempelajari sebuah gambar, Anda juga mungkin akan menyadari dan melihat konvensi yang digunakan untuk menomori lingkaran pada setiap levelnya. Dan juga, anda akan melihat bahwa entitas muncul dalam diagram konteks dan diagram level 0, tetapi biasanya tidak muncul dalam diagram di bawah level 0.

Partisi top-down dari DFD sering dikaitkan dengan pendekatan sistem, yang merupakan cara berpikir tentang solusi untuk mengatasi masalah dan tentang bagaimana rancangan dari sistem informasi. Pendekatan sistem meminta kita untuk menyadari/mengerti sebuah sistem secara keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan. Dengan menggunakan pendekatan ini, kita kemudian menganalisis masalah atau sistem dengan menguraikan system (Atau situasi masalah) dengan cara top-down, akan terlihat lebih detail. Setelah melakukan dekomposisi dengan melihat sistem dan tujuan sistem, serta menarik adanya keterkaitan antara system yang satu dengan sistem lain, barulah kita dapat memecahkan masalah atau merancang sistem baru.

Gambar 3.5 Seperangkat DFD yang seimbang

CATATAN:

Tidak ada Diagram 2.0, sebagai proses 2.0 adalah proses dasar. Asumsikan bahwa lingkaran 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 3.1.1, 3.12, dan 3.2 adalah proses dasar.

Kita bisa menggunakan DFD dalam dua cara utama yaitu: Kita dapat menggambanya dengan cara mendokumentasikan sistem yang ada, atau kita dapat membuatnya dengan cara menelaah sistem yang baru dibuat. Pada bagian ini, kami menjelaskan suatu proses pembuatan DFD dari sebuah narasi untuk menggambarkan sebuah sistem yang sudah ada.

Kita menggunakan DFD dengan 2 cara, kita dapat menarik mereka untuk mendokumentasikan sistem yang ada atau kita dapat membuat tema dari awal ketika mengembangkan sistem baru. Pembuatan DFD untuk sistem baru akan dijelaskan dalam bab sistem pengembangan (bab 15 – 19). Dalam bagian ini, kita menjelaskan proses untuk memperoleh satu set DFD dari sebuah narasi sistem yang ada.

 

Narasi

Gambar 3.6 berisi sebuah narasi yang menjelaskan sistem penerimaan untuk perusahaan causeway. Kolom pertama menunjukan nomor paragraf, kolom kedua berisi nomor baris untuk teks narasi. Disini kita jelaskan metode penggambaran DFD untuk sistem causeway. Anda akan dapat manfaat dari bagian ini jika anda mengikuti instruksi dengan hati-hati. Lakukan setiap langkah seperti yang diarahkan dan jangan membaca atau melihat kedepan.

Saat anda mengikuti kami, anda mungkin dapat menggambar diagram anda di kertas diagram alur atau kertas gambar. DFD anda akan memiliki tampilan yang profesional jika menggunakan template diagram alur. Sebuah template diagram alur adalah sepotong dari plastik yang mana simbolnya (seperti lingkaran, kotak, dan persegi panjang) telah dipotong. Dengan menyediakan sarana untuk mencari simbol diagram, template mempercepat gambar anda dan mempromosikan teknik diagram yang baik. Namun, jika anda menggunakan kertas diagram alur dam template jangan tergoda untuk membuat sketsa pertama anda diakhir produk.

 

Tabel kesatuan dan kegiatan

Langkah pertama adalah membuat sebuah tabel entitas dan kegiatan dalam jangka panjang, daftar ini akan mengarah persiapan lebih cepat dan lebih akurat dari DFD dan sebuah sistem diagram alur diagram alur karena menjelaskan informasi yang berisi sebuah narasi dan membantu kita mendokumentasikan sistem dengan benar.

Untuk memulai tabel keseluruhan dan kegiatan , anda melalui narasi baris demi baris dan menempatkan sebuah kotak disekitar kejadian pertama setiap entitas internal dan eksternal. Setelah anda menempatkan kotak disekitar entitas, daftar setiap entitas lalu bandingkan daftar anda ke dalam daftar dikolom pertama di tabel 3.1. diberitahukan bahwa narasi mengacu pada beberapa entitas lebih dari satu cara. Contoh, kita memiliki “ruang surat” dibaris 3 dan “petugas” dibaris 5.

Paragraf Baris Teks
1 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

 

Perusahaan causeway menggunakan

Prosedur untuk memproses kas

Yang diterima dari penjualan kredit. Ruang surat

Menerima cek dan pemberitahuan pengiriman uang dari

Pelanggan. Seorang petugas mendukung pemeriksaan cek

Dan menulis jumlah yang dibayarkan dan periksa

Nomor atas pemberitahuan pengiriman uang

Secara berkala, petugas ruang surat menyiapkan

Total golongan dari pemberitahuan pengiriman uang dan

Mengirim golongan dari pemberitahuan pengiriman uang ke

piutang bersama dengan salinan dari

total golongan. Diwaktu yang sama, petugas

mengirimkan golongan

cek yang sesuai ke kasir

 

2 15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

 

dalam piutang seorang petugas memasuki

golongan ke terminal secara online dengan kunci

total golongan, nomor pelanggan,

nomor faktur, jumlah yang dibayar, dan

nomor cek. Setelah memenuhi

faktur terbuka dan jumlah yang benar

sedang dibayar, tulis di komputer

pembayaran ke rekening berkas piutang induk.

Jika terdapat perbedaan

petugas memberitahu

 

3 25

26

27

28

29

30

31

 

pada setiap akhiri golongan (atau pada

hari terakhir), komputer mencetak

slip deposit dalam rangkap pada terminal

dikasir kantor. Kasir

membandingkan slip deposit ke

golongan sesuai cek lalu

mengambil deposit ke bank

 

4 32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

 

ketika mereka masuk, jumlah cek

dan jumlah yang dibayar untuk setiap transaksi

akan dicatat ditape. Catatan ini digunakan untuk membuat

daftar penerimaan kas akhir setiap

hari. Ringkasan rekening pelanggan/nasabah dibayar

hari itu juga di cetak secara bersamaan

petugas piutang membandingkan laporan

ini untuk pemberitahuan pengiriman uang dan total

golongan dan mengirimkan total penerimaan kas

kekantor buku besar.

 

Gambar 3.6 Narasi sistem penerimaan kas dari causeway

Mengapa kita memiliki “bank” dan “kantor buku besar” dalam daftar kami? Karena kita berasumsi bahwa mereka menerima bagian (yaitu deposit dan total penerimaan kas) yang dikirim ke mereka.

Mengapa kita daftar online dengan komputer?

Entitas Paragraf Kegiatan
Ruang surat 1

1

1

 

1

 

1

 

1

 

1. menerima cek dan pemberitahuan pengirim uang

2. persetujuan cek

3. menulis jumlah yang dibayar dan memeriksa nomor pemberitahuan pengiriman

4. uang menyiapkan total golongan dari pemberitahuan pengiriman uang

5. mengirim golongan pengiriman uang dan salinan total golongan ke petugas piutang

6. mengirim golongan cek ke kasir

Pelanggan / nasabah    
Petugas piutang 2

2

 

4

 

4

7. memasuki golongan kedalam terminanl online

8. mengunci total golongan, nomor nasabah, nomor faktur jumlah yang dibayar dan nomor cek

9. membandingkan laporan komputer dengan pemberitahuan pengiriman uang dan total golongan

10. mengirim total penerimaan kas ke kantor buku besar

 

Kasir 3

3

11. membandingkan slip deposit dengan golongan cek

12. mengambil deposit di bank

 

Komputer 2

 

2

2

3

4

4

4

 

13. memenuhi faktur terbuka dan membenarkan jumlah yang dibayar

14. Menulis pembayaran keberkas induk piutang ke rekening

15. pemberitahuan petugas atas kesalahan

16. mencetak slip deposit

17. mencatat transaksi

18. membuat daftar penerimaan kas

19. mencetak rekening nasabah dari pembayaran

Bank    
Kantor buku besar    

 

Tabel 3.1 Entitas dan kegiatan dalam membuat sistem penerimaan kas

Karena terminal tidak muncul untuk melakukan pengolahan apapun tetapi tampaknya menjadi bagian dari komputer pusat. Sebelum menyelesaikan segala perbedaan antara daftar entitas dan daftar di kolom pertama dari tabel 3.1.

Untuk terus mempersiapkan tabel entitas dan kegiatan Anda, melalui narasi dan lingkaran setiap kegiatan yang dilakukan. Suatu aktivitas yang berasal, mengubah, atau menerima data. Daftar setiap kegiatan dalam urutan yang muncul dalam cerita. Daftar kegiatan sebelah entitas yang melakukan aktivitas. Setelah Anda memiliki semua kegiatan yang tercantum, urutkan nomor setiap aktivitas. Bandingkan daftar kegiatan untuk daftar dalam tabel 3.1. Perhatikan bahwa kita terdaftar baik  kegiatan 7 dan aktivitas 8. Mungkin kegiatan 7 menggambarkan aktivitas 8 dan tidak perlu terdaftar itu sendiri. Namun, lebih baik untuk daftar kegiatan meragukan daripada melewatkan suatu kegiatan. Lihat bagaimana kita terdaftar aktivitas 15, ditemukan pada baris 23 dan 24 – kami mengubah ke bentuk aktif dari kata kerja “memberitahu” sehingga kita bisa menunjukkan aktivitas di sebelah entitas yang melakukan tindakan. Sebelum membaca, selesaikan segala perbedaan antara daftar kegiatan dan daftar dalam Tabel 3.1

 

Menggambar diagram konteks

Kita sekarang siap untuk menggambar diagram konteks. Sejak diagram konteks hanya terdiri dari satu lingkaran, kita dapat mulai diagram konteks kita dengan menggambar satu lingkaran di tengah kertas kami. selanjutnya, kita harus menarik kotak entitas. Untuk melakukan hal ini, kita harus memutuskan mana dari entitas dalam tabel 3.1 yang eksternal dan akan menjadi sumber tenggelam, dan yang internal untuk sistem

Pedoman 1:

Termasuk dalam konteks sistem (bubble) setiap entitas yang melakukan kegiatan informasi satu atau lebih pengolahan.

Informasi kegiatan pengolahan adalah aktivitas yang mengubah data. Informasi kegiatan pengolahan meliputi persiapan dokumen, entri data, verivication, klasifikasi, pengaturan atau pemilahan, perhitungan, dan summarization. pengiriman dan penerimaan data tidak informasi kegiatan pengolahan karena mereka tidak mengubah data.

Untuk menemukan mana entitas melakukan kegiatan pengolahan informasi tidak ada, kita harus memeriksa tabel entitas dan kegiatan dan menghilangkan kegiatan yang tidak informasi kegiatan pengolahan. melalui meja Anda entitas dan kegiatan dan mencoret semua kegiatan yang tidak melakukan kegiatan pengolahan informasi.

Pada awalnya, Anda harus dieliminasi kegiatan 1,5,6,10, dan 12 karena kegiatan ini hanya mengirim atau menerima data. seperti yang telah disebutkan sebelumnya, aktivitas 7 hanya menggambarkan kegiatan 8 dan dapat dihilangkan. akhirnya kegiatan 15 dapat dihilangkan karena pedoman berikut:

Pedoman 2:

Hanya mencakup rutinitas pemrosesan normal, tidak terkecuali rutinitas atau rutinitas kesalahan, pada diagram konteks, DFD fisik, dan tingkat 0 DFD logis.

Karena aktifitas 15 terjadi hanya ketika data pembayaran mengandung kesalahan, kita menghilangkan kegiatan ini untuk saat ini. tabel entitas dan kegiatan, dengan kegiatan dieliminasi dicoret, sekarang harus menunjukkan bahwa ruang surat, piutang, kasir, dan komputer melakukan kegiatan pengolahan informasi dan bahwa pelanggan, bank, dan kantor buku besar tidak. entitas yang melakukan kegiatan pengolahan informasi adalah entitas internal. semua entitas lain yang ditemukan dalam narasi adalah entitas eksternal dan termasuk dalam diagram konteks sebagai penyerap sourcesor. tidak ada entitas lain yang akan ditambahkan karena pedoman ini:

Pedoman 3:

Termasuk pada sistem dokumentasi semua (dan hanya) kegiatan yang digambarkan dalam sistem narasi-tidak lebih, tidak kurang.

Karena ada tiga entitas eksternal untuk penerimaan kas causeway sistem-pelanggan, bank, dan buku besar kantor-Anda harus mengambil tiga kotak di atas kertas Anda seputar bubble.next konteks satu, menggambar dan label arus data yang menghubungkan entitas eksternal dengan gelembung. sejak logis (versus fisik) label biasanya digunakan pada diagram konteks, Anda harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan label logis untuk arus. Langkah terakhir adalah untuk label gelembung konteks. menuliskan label deskriptif yang meliputi pengolahan yang terjadi dalam sistem. label kami dalam gambar 3.7 menunjukkan ruang lingkup dari jalan lintas sistem-yaitu, penerimaan kas dari pelanggan biaya. sistem causeway tidak termasuk penerimaan kas dari sumber lain.

Angka 3.7 adalah diagram konteks causeway selesai. campare ke diagram konteks Anda, dan menyelesaikan setiap perbedaan. perhatikan bahwa kita termasuk persegi tunggal untuk banyak pelanggan. pedoman berikut berlaku:

Pedoman 4:

Ketika beberapa entitas beroperasi identik decipt, hanya satu untuk mewakili semua.

Menggambar diagram alur data fisik saat ini untuk menjaga DFD fisik saat ini seimbang dengan diagram konteks, DFD mulai saat fisik Anda dengan menggambar tiga entitas eksternal dari diagram konteks dekat tepi selembar kertas. selanjutnya, menggambar dan label setiap aliran data yang masuk ke tenggelam dan keluar dari sumber tunggal. meninggalkan tengah halaman, di mana kita akan sketsa sisa diagram, sebagai kosong mungkin. karena ini adalah DFD fisik, aliran data harus memiliki label yang menggambarkan sarana yang aliran dicapai. misalnya, pembayaran dari pelanggan saat ini harus diberi label “cek dan saran remmitance”.

Gambar 3.7 Lintasan diagram konteks

Karena masing-masing entitas internal yang tercantum dalam tabel 3.1, tabel entitas dan kegiatan, menjadi gelembung dalam DFD fisik kita, kita tahu bahwa saat ini DFD fisik kita akan berisi empat gelembung: masing-masing untuk bagian surat-surat, kasir, piutang, dan komputer. kita akan mulai menambahkan keempat gelembung dengan terlebih dahulu menggambar gelembung pada diagram kita yang terhubung ke sumber dan tenggelam. selama proses ini, Anda harus mempertimbangkan semua kegiatan “kirim” dan “menerima” dan kegiatan timbal balik tersirat. misalnya, aktivitas 1 menunjukkan bahwa ruang surat “menerima” cek dan kegiatan pengiriman uang. seperti yang kita katakan sebelumnya, implikasinya adalah bahwa pelanggan “mengirimkan” barang-barang. menggambar dan label gelembung ruang surat, gelembung piutang, dan gelembung kasir. menggunakan aliran data untuk menghubungkan masing-masing tiga gelembung itu berhubungan entitas eksternal.

Untuk menyelesaikan DFD fisik, kita harus melalui tabel entitas dan kegiatan sekali lagi dan menarik semua entitas yang tersisa dan arus. ikuti bersama dengan kami saat kami menyelesaikan diagram. Kegiatan 5 menunjukkan hubungan antara ruang surat dan piutang. Kegiatan 6 menunjukkan hubungan antara ruang surat dan kasir. Kegiatan 8 memberitahu kita bahwa petugas piutang memasukkan data ke dalam komputer. menggambar gelembung komputer, label “4.0” dan menghubungkannya ke piutang. untuk melakukan aktivitas 9, piutang harus menerima laporan dari komputer. menggambar dan label satu atau dua aliran (kami memilih dua aliran). untuk melakukan aktivitas 11, kasir harus menerima slip setoran dari komputer. Kegiatan 13 menyiratkan bahwa piutang master file harus dibaca. sehingga catatan faktur terbuka dapat diambil. menarik piutang master file dan aliran dari file ke komputer gelembung. Melihat bahwa label pada File menunjukkan bahwa media penyimpanan fisik disk. Kami hanya menggambar dari file karena permintaan data tidak sesuai aliran data sehingga kita tidak menunjukkan permintaan untuk catatan faktur terbuka. Gerakan pada catatan yang keluar dari file dalam menanggapi permintaan ini adalah penunjukan data. Perhatikan juga bahwa kita tidak dapat mentransfer data  dari file induk rekening piutang langsung ke rekening piutang masuk.

Master file adalah file komputer, hanya komputer dapat membaca atau menulis file tersebut. Karena catatan faktur terbuka harus dibaca ke dalam komputer upadated dan kembali ke rekening utama aktivitas file piutang. diperlukan aliran data dari dan ke file piutang  rekening utama Kami menarik sejumlah  file untuk kegiatan 13. Kegiatan mengharuskan kita menggambar sebuah file untuk rekaman log dan kami menggambar aliran data dari computer ke dalam file tersebut. Sedangkan aktivitas 16 mengharuskan kita menggambar mengalir dari file log finnaly. Menggambarkan aliran data yang dibutuhkan untuk mencetak laporan menunjukkan dalam kegiatan 18 dan 19. Kita perlu untuk menarik arus masuk dan keluar dari file-file tersebut tidak diperlukan. Kami menawarkan saran dalam dari sebuah pedoman.

Pedoman 5 :
Untuk kejelasan, imbang aliran data untuk setiap aliran masuk dan keluar dari file

 

Angka 3.8 adalah dfd karena selesai saat ini. Bandingkan dengan diagram dan sebelum membaca pada, mengatasi dan perbedaan. Anda harus menyadari bahwa ada file antara ruang surat dan kasir. File ini tidak disebutkan dalam cerita, bahwa ditambahkan untuk menunjukkan kasir yang harus berpegang pada pemeriksaan sampai slip setoran yang dicetak pada terminal komputer. kami menawarkan pedoman berikut.

 

Pedoman 6:

 

Jika file secara logis diperlukan, dalam petunjuk-petunjuk file diagram, cuaca atau tidak disebutkan dalam cerita.

 

Haruskah kami menarik file kemudian menunjukan total batch yang dipertahankan dalam piutang sampai laporan komputer yang diterima? Kita bisa dan Anda harus menggunakan pedoman 6 . hati-hati bagaimana sehingga Anda tidak menarik data yang berantakan dengan file da. Karena itu sulit untuk membaca Anda perlu menggunakan penilaian Anda.

 

 

 

Gambar 3.8 Arus Fisik DFD pada perusahaan Causeway

 

Menggambar diagram logis saat aliran data

 

Diagram DFD logis saat kegiatan logis yang dilakukan dalam sistem. Karena tingkat 0 dfd menggambarkan pengelompokan tertentu dari kegiatan logis, kita mulai 0 DFD level dari menghitung kegiatan dalam sistem itu, kami kelompok kegiatan tersebut. Jika Anda telah mengikuti bersama kami Anda sudah memiliki daftar kegiatan yang akan dimasukkan dalam DFD tingkat 0.

 

Apakah Anda tahu apa daftar itu? Kegiatan untuk dimasukkan dalam DFD level 0 adalahkegiatan yang tersisa di meja entitas dan kegiatan, Tabel 3.1, setelah
kita memiliki semua climinated non semua non-inrformation kegiatan pengolahan. daftar kami meliputi kegiatan 2, 3, 4,8, 9, lt, 13, 14, 16, 17, l8, dan 19. Ingatr, saat ini waktu, kita tidak menganggap kegiatan lain karena kegiatan lain baik tindakan yang ‘dilakukan di lain-dari normal situasi dan karena itu tidak disertakan pada DFD tingkat 0, atau hanya mengirim atau menerima data. beberapa pedoman akan membantu kita untuk mengelompokkan kegiatan

 

Pedoman 7:

 

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi di tempat yang sama dan pada waktu yang sama.

 

Sebagai contoh, kegiatan 2 dan 3 yang dilakukan di ruang surat oleh petugas sebagaisetiap pembayaran diterima.

 

Pedoman 8:

 

Kegiatan kelompok jika mereka acuh pada saat yang sama tapi di tempat yang berbeda.

 

Misalnya kegiatan 11 dilakukan oleh kasir “segera” setelah komputer mencetak deposit slip aktivitas 16

 

Pedoman 9:

 

Kelompok kegiatan yang tampaknya secara logis terkait dalam rangka untuk menghilangkan kumpulan aktivitas tunggal dimanya selamnya akan mungkin.

Pedoman 10:

 

Untuk memanfaatkan dibaca dfd antara lima dan tujuh kumpulan
Kami telah menemukan bahwa kita dapat mengikuti.

 

Pedoman ini lebih mudah jika kita “semacam” tingkat 0 kegiatan sampingan. Meskipun ada sejumlah cara untuk menyortir kegiatan. Kronologis, dari tabel 3.2 tinjauan untuk melihat seberapa dekat daftar diurutkan datang ke kita. Menyelesaikan dan perbedaan sebelum pindah pada.

 

Sekarang coba dalam sebuah kegiatan dalam tabel 3.2 sebagai orang yang percaya  Anda harus dikelompokkan. Sebagai contoh, jika kita menerapkan pedoman 7 (yaitu, waktu yang sama dan tempat yang sama), kami kegiatan antara kombinasi 2 dan 3; aktivitas 13, 14, dan 17.

 

Entitas Para Kegiatan
Ruang surat 1

1

1

2. Menandatangani cek.

3. Tuliskan jumlah pembayaran dan nomor cek.

4. Menyiapkan total batch.

 

Piutang petugas 2 8. Tombol total, nomor pelanggan, nomor tagihan dan jumlah yang dibayar.
Komputer 2

 

3

3

13. Memverifikasi bahwa faktur terbuka dan bahwa jumlah tersebut dibayar.

14. Tulisan pembayaran rekening piutang master file.

17. Log transaksi

 

Komputer

 

3 16. Mencetak slip setoran
Kasir 3 11. Membandingkan slip setoran dengan batch

 

Komputer 4

4

18. menciptakan daftar  penerimaan kas

19. Mencetak ringkasan rekening nasabah

 

Piutang petugas 4 9. Membandingkan laporan komputer dengan remittance saran dan total batch

 

Tabel 3. 2 logis kegiatan (kronologi diurutkan) untuk sistem causeway penerimaan kas

 

dan kegiatan 18 dan 19. Meskipun hal ini akan memberikan solusi yang memuaskan akan ada delapan gelembung, dan akan ada beberapa gelembung yang hanya berisi satu kegiatan. Karena memilih untuk tidak memiliki satu kegiatan gelembung sampai ke DFD tingkat terendah, kita lanjutkan dengan pengelompokan lanjut.
Jika kita menerapkan pedoman 8 untuk pengelompokan sebelumnya. Kita bisa menggabungkan kegiatan 8, 13, 14;17, 16, 11 dan 9, 18, 19.
Jika kita menerapkan pedoman 9, kita dapat menggabungkan kegiatan 2, 3, dan 4. Meskipun hal ini meninggalkan kita dengan hanya empat gelembung. Solusi ini dari solusi sebelumnya karena tidak memiliki satu aktivitas gelembung.

 

Singkatnya, dapat dikelompokkan menjadi:

 

Kelompok 1: Aktifitas 2, 3, 4

Kelompok 2: Aktifitas 8, 13, 14, 17

Kelompok 3: Aktifitas 16, 11

Kelompok 4: Aktifitas 18, 19, 9

Setelah Anda memilih kelompok Anda, berikan setiap kelompok nama yang menggambarkan kegiatan logis dalam kelompok itu dan menarik DFD logis saat ini. Misalnya, kita berlabel gelembung 1.0 “menangkap penerimaan kas” karena gelembung yang terdiri dari semua kegiatan setelah pembayaran dikirim oleh pelanggan sampai pembayaran mengetik ke dalam komputer. kita label bubble “koleksi catatan pelanggan” 2.0 karena kegiatan dalam catatan gelembung 2.0 pembayaran pada file piutang master.

Untuk menggambar DFD logis, Anda harus mulai dengan cara yang sama yang anda gunakan dalam menggambar DFD fisik. menggambar entitas eksternal dekat tepi selembar kertas.

Gambarkan dan buat alur yang ke dan dari entitas eksternal, sementara halaman kosong untuk menerima sisa diagram. setiap pengelompokan yang berbeda harus mengarah pada DFD logis yang berbeda.

 

 

Ringkasan menggambar DFD

 

Dalam bagian ini, kami merangkum apa yang telah kita pelajari tentang menggambar DFD dan kami membantu anda untuk menggambar diagram ini. Akhirnya, kami memberikan beberapa pedoman baru untuk menangani beberapa kasus khusus yang tidak muncul ketika kita menarik DFD causeway.

 

Pertama, jangan sampai salah dalam mendokumentasikan diagram untuk memahami sistem. Kami telah menyajikan banyak pedoman, petunjuk, dan instruksi untuk membantu anda menggambar DFD. Menggunakan pertimbangan anda dalam menerapkan informasi ini. Akan ada saat-saat ketika fungsi operasional melakukan kegiatan pengolahan informasi. Misalnya, ketika departemen menyiapkan dokumen yang menunjukkan berapa banyak widget telah diterima, departemen penerima, yang terutama unit operasi, sedang melakukan aktivitas pemrosesan informasi. gudang dan departemen pengiriman unit operasi lainnya yang sering melakukan kegiatan pengolahan informasi. Pedoman berikut berlaku:

 

Pedoman 11:
Aliran data harus menuju operasi entitas ketika operasi fungsi yang harus dilakukan oleh entitas tersebut. aliran data harus memasukkan proses jika entitas operasi berfungsi untuk melakukan aktivitas pengolahan informasi.

 

Misalnya, ketika sebuah entitas operasi menerima barang, DFD fisik bisa menunjukkan baik “menerima” kotak atau “menerima” proses, sedangkan DFD logis hanya menunjukkan kotak departemen “menerima laporan lengkap” proses. Pada DFD fisik, membaca file komputer dan menulis ke file komputer harus melalui proses. Tidak akan ada aliran data yang mundur pada DFD logis. Jika Anda memiliki aliran data maka akan kembali ke titik pengolahan sebelumnya. Pengolahan yang dilakukan di lain maka situasi normal harus didokumentasikan di bawah level 0 DFD dengan bertopik perwujudan yang menunjukkan bahwa proses yang luar biasa harus dilakukan. Suatu tulisan rintisan perwujudan adalah aliran data diberi label “perwujudan” yang meninggalkan proses tapi tidak pergi ke proses lainnya atau file.

 

 

Sistem flowchart

 

Flowchart sistem adalah representasi grafis dari sistem informasi, proses, arus logika, input, output, dan file, serta operasi terkait entitas sistem, aliran fisik, dan kegiatan yang berkaitan dengan sistem informasi. mengandung manual dan aktivitas komputer. Flowchart sistem menyajikan gambaran logis dan fisik dari siapa, apa, bagaimana, dan di mana dari proses informasi dan operasional.
Dengan menggabungkan aspek fisik dan logis dari sistem, flowchart sistem memberi kita gambaran yang lengkap dari suatu sistem. fisik dan logis DFD masing menggambarkan aspek dari sistem. di samping itu, flowchart sistem meliputi konteks operasional dan manajemen untuk sistem. aspek yang diabaikan dalam DFD. Auditor menggunakan diagram alur sistem untuk memahami sistem dan untuk menganalisis suatu sistem kontrol.

Pengendalian Internal dan Pengambilan Keputusan

0

Dalam teori akuntansi dan organisasi, pengendalian intern atau kontrol intern didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak (seperti reputasiatau jak kekayaan intelektual seperti merek dagang).

Tujuan pengendalian intern adalah menjamin manajemen perusahaan agar:

  • Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai.
  • Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya.
  • Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan. Pengendalian intern dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.

Elemen-elemen Pengendalian Internal

 

-          Lingkungan Pengendalian (Control Environment).

-          Penilaian Resiko (Risk Assesment).

-          Prosedur Pengendalian (Control Procedure).

-          Pemantauan (Monitoring).

-          Informasi dan Komunikasi (Information and Communication).

 

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Yang dimaksud dengan keputusan (decision) adalah berarti pilihan (choice), yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Walaupun keputusan biasa dikatakan sama dengan pilihan, ada perbedaan penting diantara keduanya. Mc Kenzei melihat bahwa keputusan adalah pilihan nyata karena pilihan diartikan sebagai pilihan tentang tujuan termasuk pilihan tentang cara untuk mencapai tujuan itu, apakah pada tingkat perorangan atau kolektif. Mc Grew dan Wilson lebih melihat pada kaitannya dengan proses, yaitu bahwa suatu keputusan ialah akhir dari suatu proses yang lebih dinamis, yang diberi label pengambilan keputusan. Dipandang sebagai proses karena terdiri atas satu seri aktifitas yang berkaitan dan tidak hanya dianggap sebagai tindakan bijaksana.

Morgan dan Cerullo mendefinisikan keputusan sebagai sebuah kesimpulan yang dicapai sesudah dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih sementara yang lain dikesampingkan.

Pengambilan keputusan adalah proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Proses tersebut untuk menemukan dan menyelesaikan masalah organisasi. Suatu aturan kunci dalam pengambilan keputusan ialah sekali kerangka yang tepat sudah diselesaikan, keputusan harus dibuat (Brinckloe,1977). Dengan kata lain, keputusan mempercepat diambilnya tindakan, mendorong lahirnya gerakan dan perubahan (Hill,1979).
Pengambilan keputusan hendaknya dipahami dalam dua pengertian yaitu (1) penetapan tujuan yang merupakan terjemahan cita-cita, aspirasi dan (2) pencapaian tujuan melalui implementasinya (Inbar,1979). Ringkasnya keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan dan ini semua berintikan pada hubungan kemanusiaan. Untuk suksesnya pengambilan keputusan itu maka sepuluh hukum hubungan kemanusiaan (Siagian,1988) hendaknya menjadi acuan dari setiap pengambilan keputusan.

 

PEMROSESAN TRANSAKSI

0

Transaction Processing System (TPS) adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS menghapus rasa bosan saat melakukan transaksi operasional sekaligus mengurangi waktu, meskipun orang masih harus memasukkan data ke sistem komkputer secara manual. Sistem pemrosesan transaksi sangat penting karena merupakan dasar sistem bisnis yang melayani level operasional dalam organisasi. Output dari sistem ini akan menjadi input bagi sistem-sistem yang berada pada level manajemen dan level strategis. Setiap proses bisnis dimulai dari saksi, sehingga sistem pemrosesan transaksi yang ditempatkan oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi proses bisnis yang dijalankan.

  1. Komponen-komponen system pemrosesan transaksi

komponen pemrosesan terdiri dari

a) Input = Input dalam suatu proses transaksi adalah dokumen sumber yang dapat berupa formulir atau bukti transaksi lainnya.

b) Proses= Dalam system manual terdiri dari kegiatan pemasukkan data transaksi kedalam jurnal. Dalam sistem komputer, prosesnya dilakukan dengan memasukkan data kedalam file transaksi

c) Penyimpanan=Media penyimpanan dari transaksi secara manual adalah Buku Besar. Buku besar ini menyediakan ikhtisar transaksi-transaksi keuangan perusahaan. Proses pemasukkan data dari jurnal kedalam buku besar disebut “POSTING”Untuk sistem komputer, posting ini dilakukan dengan mengup-date file master menggunakan file transaksi

d) Output.= jenis keluaran yang dihasilkan dari proses transaksi, antara lain : Laporan keuangan, Laporan Operasional, Dokumen Pengiriman, faktur, dsb

GAMBARAN UMUM PEMROSESAN TRANSAKSI

Sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system—TPS) merupakan aktivitas yang terdiri atas tiga subsistem utama yang disebut siklus, yaitu siklus pendapatan, siklus pengeluaran, dan siklus konversi. Aplikasi TPS memproses transaksi keuangan. Transaksi keuangan didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang memengaruhi aktiva dan ekuitas perusahaan, dicerminkan dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan mata uang.

 

Siklus Pendapatan

Perusahaan menjual barang jadi ke pelanggan melalui siklus pendapatan (revenue cycle), yang meliputi pemrosesan penjualan tunai, penjualan kredit, dan penerimaan kas setelah penjualan kredit. Subsistem utama dari siklus pendapatan adalah pemrosesan transaksi penjualan dan penerimaan kas.

 

Siklus Pengeluaran

Aktivitas bisnis dimulai dengan perolehan bahan baku, properti, dan tenaga kerja melalui pertukaran dengan kas. Subsistem utama dari siklus pengeluaran adalah sistem pembelian/utang, sistem pengeluaran kas, sistem penggajian, dan sistem aktiva tetap.

 

Siklus Konversi

Terdiri atas dua subsistem utama: sistem produksi dan sistem akuntansi biaya. Sistem produksi melibatkan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian produk fisik melalui proses produksi. Sistem akuntansi biaya memantau arus informasi biaya yang berkaitan dengan produksi. Informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi biaya digunakan untuk penilaian persediaan, penganggaran, pengendalian biaya, pelaporan kinerja, dan keputusan manajemen.

CONTOH NOTA

Pada nota diatas merupakan contoh nota pembelian handphone. Untuk isian yang paling atas adalah tanggal dan nama pembeli dari barang tersebut, pada field banyaknya adalah jumlah barang yang akan dibeli, pada field nama barang adalah nama barang yang akan dibeli, pada field harga adalah harga satuan dari barang yang akan dibeli, dan pada field jumlah adalah harga dikalikan dari jumlah barang yang akan dibeli. Kemudian pada kolom jumlah yang paling bawah adalah jumlah dari seluruh harga barang tersebut. Lalu pada tanda terima adalah tanda tangan dari pembeli dan pada ruang hormat kami yang biasanya berisi cap/stempel dari usaha yang bersangkutan.  Untuk nota warna putih akan diberikan kepada pembeli, dan untuk warna merah dan kuning akan disimpan oleh pengusaha jika sewaktu waktu ada hal – hal yang diinginkan oleh pembeli.

FLOWCHART PEMROSESAN TRANSAKSI

Pada gambar diatas adalah contoh flowchart  transaksi di tempat fotokopi. Pertama pelanggan akan diberikan harga dari setiap lembar fotokopi , jika pelanggan setuju maka fotokopi akan di lanjutkan, dan jika tidak maka pelanggan diperbolehkan keluar. Setelah itu pelanggan akan memberikan kertas yang akan di fotokopi dan akan diproses oleh pembuat, setelah selesai kertas akan diberikan kembali berserta hasil fotokopian tadi dan pelanggan diperbolehkan pergi.

 

sumber :

http://ziajaljayo.blogspot.com/2011/09/

http://pandusamamaya.wordpress.com/2011/12/09/konsep-dasar-sistem-pemrosesan-transaksi/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/pengenalan-pemrosesan-transaksi/

AKTIFITAS DAN 100 KEINGINAN

0

AKTIFITAS
Rabu, 3 Oktober 2012

jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 16.00 pulang ke kosan
jam 18.00 mandi, sholat, makan
jam 19.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

Kamis, 4 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 16.30 pulang ke kosan
jam 18.00 mandi, sholat, makan
jam 19.30 main ke rumah teman
jam 22.30 tidur

Jum’at, 5 Oktober 2012
jam 07.45 bangun tidur
jam 08.45 nonton tv
jam 12.00 mandi, sholat , makan
jam 13.00 tidur siang
jam 15.30 ngerjian tugas
jam 18.00 makan, sholat, mandi
jam 19.30 main
jam 21.00 online
jam 00.00 tidur

Sabtu, 6 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 pulang ke karawang
jam 09.00 makan
jam 10.00 main
jam 15.30 istirahat, nonton tv
jam 18.00 mandi, sholat, makan
jam 20.00 online
jam 22.00 tidur

Minggu, 7 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 sarapan
jam 09.00 nonton tv
jam 12.00 mandi, sholat, makan
jam 16.00 pulang ke kosan
jam 19.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

Senin, 8 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 18.00 pulang ke kosan
jam 20.00 mandi, sholat, makan
jam 21.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

Selasa, 9 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 18.00 pulang ke kosan
jam 20.00 mandi, sholat, makan
jam 21.30 ngerjian tugas
jam 22.00 online
jam 23.00 tidur

Rabu, 10 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 16.00 pulang ke kosan
jam 18.00 mandi, sholat, makan
jam 19.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

Kamis, 11 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 18.00 pulang ke kosan
jam 20.00 mandi, sholat, makan
jam 21.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

Jum’at, 12 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 18.00 pulang ke kosan
jam 20.00 mandi, sholat, makan
jam 21.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

Sabtu, 13 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 pulang ke karawang
jam 09.00 makan
jam 10.00 main
jam 15.30 istirahat, nonton tv
jam 18.00 mandi, sholat, makan
jam 20.00 online
jam 22.00 tidur

Minggu, 14 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 sarapan
jam 09.00 nonton tv
jam 12.00 mandi, sholat, makan
jam 16.00 pulang ke kosan
jam 19.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

Senin, 15 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 18.00 pulang ke kosan
jam 20.00 mandi, sholat, makan
jam 21.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

Selasa, 16 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 18.00 pulang ke kosan
jam 20.00 mandi, sholat, makan
jam 21.30 ngerjian tugas
jam 22.00 online
jam 23.00 tidur

Rabu, 17 Oktober 2012
jam 07.00 bangun tidur
jam 07.45 ke kampus
jam 16.00 pulang ke kosan
jam 18.00 mandi, sholat, makan
jam 19.30 ngerjian tugas
jam 22.00 tidur

KEUANGAN
Rabu, 3 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 100.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000

Kamis, 4 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 80.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 5.000

Jum’at, 5 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 65.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000

Sabtu, 6 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 40.000
pengeluaran
makan Rp. 10.000
bensin Rp. 10.000

Minggu, 7 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 40.000
pengeluaran
makan Rp. 10.000

Senin, 8 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 190.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 10.000

Selasa, 9 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 165.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 5.000

Rabu, 10 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 150.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 5.000

Kamis, 11 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 130.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 5.000

Jum’at, 12 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 110.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 5.000

Sabtu, 13 Oktoer 2012
Pemasukan Rp. 85.000
pengeluaran
makan Rp. 10.000
bensin Rp. 10.000

Minggu, 14 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 65.000
pengeluaran
bensin Rp. 5.000

Senin, 15 oktober 2012
Pemasukan Rp. 215.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 10.000

Selasa, 16 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 185.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 5.000

Rabu, 17 Oktober 2012
Pemasukan Rp. 165.000
pengeluaran
makan Rp. 20.000
bensin Rp. 5.000

100 KEINGINAN
1. ingin lulus tepat waktu
2. menjadi anak yang berbakti
3. menjadi orang yang berguna
4. ingin punya mobil segudang
5. ingin punya rumah deket ka’bah
6. ingin naek haji
7. ingin ongkosin ortu naik haji
8. ingin biayain adek2 sekolah
9. ingin ke puncak
10. ga boleh galau terus
11. ingin punya pacar kaya Julie Estelle
12. ingin pacar yang gak matre
13. ingin punya istri kaya Siti Aisyah
14. liburan di eropa
15. maen ke tempat tertinggi di dunia
16. ingin masuk ke tempat terdalam di dunia
17. ingin ketemu miss. E
18. ingin usaha dengan modal, tenaga, dan karyawan sendiri
19. ingin punya kolam duit
20. ingin selalu sehat
21. ingin selalu bahagia
22. ingin sedekah ke seluruh dunia
23. ingin punya anak yang sholeh/sholeha
24. ga boleh minta duit terus ke ortu
25. ingin selalu di suplai kambing sama idrus
25. ingin selalu di suplai film sama lody
26. ingin selalu awet sama istri
27. pengen punya istri 1 tapi simpanan dimana mana (duit maksud nya) :D
28. ingin buat PI yang berkualitas
29. PI yang saya buat dapat dipakai di kehidupan sehari hari
30. ingin punya sepatu emas
31. ingin maen bola bareng messi
32. ingin kuliah setinggi tingginya
33. ingin di barisan terdepan kalo perang
34. berpetualang keliling dunia
35. berpetualang bareng si jupe (motor kesayangan gw pengganti si morgan)
36. ingin bikin tempat pelatihan
37. ingin buka salon *ups

38. ingin punya rumah segede kastil
39. ingin jadi raja
39. ingin menjadi musisi terkenal
40. ingin menjadi legenda
41. ingin membuat film
42. ingin menjadi aktor utama
43. ingin jadi sutradara
44. ingin menjadi kameramen
45. ingin menjadi penata cahaya di suatu film
46. ingin menjadi produser di suatu film hollywood
47. ingin jadi driver handal
48. ingin ultah di monas
49. ingin menjadi pemain rugby
50. ingin punya pacar saya tidak selingkuh
51. ingin jago beladiri
52. menjadi muslim hingga akhir hayat
53. punya perusahaan sendiri
54. ingin menjadi presiden
55. ingin punya negara sendiri
56. ingin menjadi menteri kelautan
57. ingin menjadi menteri kehutanan
58. ingin menjadi menteri komunikasi
59. ingin menjadi menteri kesehatan
60. ingin menjadi menteri perhubungan
61. ingin jadi teman yang diandalkan
62. ingin masuk surga
63. ingin punya anak buah
64. gak mau masuk neraka
65. ingin main bola di san siro
66. ingin liat milan langsung di san siro  (apalgi ko lawan juventus)

67. ingin jadi pelatih milan
68. ingin liat messi pake kostum milan
69. ingin nyobain masakan buatan pacar *hmmm
70. ingin basmi benalu benalu
71. ingin karawang jadi kota terbesar di dunia
72. ingin jadi bupati karawang
73. ingin jadi presiden
74. ingin terbang kaya burung
75. ingin kembali ke masa lalu sebentar
76. ingin buat senjata anti nuklir
77. ingin umroh
78. ingin umroh yang kedua
79. ingin umroh yang ketiga
80. ingin umroh sampe bosen.:D
81. ingin membuat jembatan terpanjang di dunia
82. ingin beli baju baru
83. ingin kuliah gratis
84. ingin makan pizza
85. ingin ngajak pacar ke hawaii
86. ingin ke jepang
87. ingin internetan pure 100mbps
89. ingin bisa masak masakan Itali
90. ingin mimpi yang indah
91. ingin punya anak 11 *biar bisa maen bola
92. ingin punya mertua yang baik
93. ingin panjang umur
94. ingin hidup ini berkah
95. ingin tamasya keliling kota
96. ingin naek delman yang istimewa
97. ingin mobil yang edisi terakhir
98. ingin punya pesawat tempur
99. ingin punya kapal pesiar
100. ingin tugas ini selesaiiiiiii

Politik Strategi Nasional

0

PENGERTIAN POLITIK
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Jadi, Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.
Sementara itu pakar kebijakan publik mendefinisikan bahwa kebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan atau tidak dikerjakan oleh pemerintah, mengapa suatu kebijakan harus dilakukan dan apakah manfaat bagi kehidupan bersama harus menjadi pertimbangan yang holistik agar kebijakan tersebut mengandung manfaat yang besar bagi warganya dan berdampak kecil dan sebaiknya tidak menimbulkan persoalan yang merugikan, walaupun demikian pasti ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan, disinilah letaknya pemerintah harus bijaksana dalam menetapkan suatu kebijakan (Thomas Dye, 1992; 2-4).
Jadi kebijakan publik ini dapat kita artikan suatu hukum. Akan tetapi tidak hanya sekedar hukum namun kita harus memahaminya secara utuh dan benar. Ketika suatu isu yang menyangkut kepentingan bersama dipandang perlu untuk diatur maka formulasi isu tersebut menjadi kebijakan publik yang harus dilakukan dan disusun serta disepakati oleh para pejabat yang berwenang. Ketika kebijakan publik tersebut ditetapkan menjadi suatu kebijakan publik; apakah menjadi Undang-Undang, apakah menjadi Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden termasuk Peraturan Daerah maka kebijakan publik tersebut berubah menjadi hukum yang harus ditaati.
Untuk memahami kedudukan dan peran yang strategis dari pemerintah sebagai public actor, terkait dengan kebijakan publik maka diperlukan pemahaman bahwa untuk mengaktualisasinya diperlukan suatu kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan rakyat. Seorang pakar mengatakan: (Aminullah dalam Muhammadi, 2001: 371 – 372): bahwa kebijakan adalah suatu upaya atau tindakan untuk mempengaruhi sistem pencapaian tujuan yang diinginkan, upaya dan tindakan dimaksud bersifat strategis yaitu berjangka panjang dan menyeluruh.
Kebijakan secara umum menurut Said Zainal Abidin (Said Zainal Abidin,2004:31-33) dapat dibedakan dalam tiga tingkatan:
1. Kebijakan umum, yaitu kebijakan yang menjadi pedoman atau petunjuk pelaksanaan baik yang bersifat positif ataupun yang bersifat negatif yang meliputi keseluruhan wilayah atau instansi yang bersangkutan.
2. Kebijakan pelaksanaan adalah kebijakan yang menjabarkan kebijakan umum. Untuk tingkat pusat, peraturan pemerintah tentang pelaksanaan suatu undang-undang.
3. Kebijakan teknis, kebijakan operasional yang berada di bawah kebijakan pelaksanaan.
PENGERTIAN STRATEGI
Sedangkan Strategi berasal dari kata Yunani yaitu strategis yang artinya the art of the general. Antoine Henri Jomini (1779-1869) dan Karl Von Clausewitz secara ilmiah Jomini memberikan pengertian yang bersifat deskriptif. Ia katakan bahwa strategi adalah seni menyelenggarakan perang diatas peta dan meliputi seluruh wawasan operasi, sedangkan Clausewitz dengan tegas membedakan politik dan strategi. Dalam abad modern sekarang ini arti strategi tidak lagi terbatas pada konsep ataupun seni seorang panglima di masa perang tetapi sudah berkembang den menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. Strategi merupakan oleh karena penglihatan pengertian itu memerlukan intuisi. Seakan-akan orang harus merasa di mana ia sebaiknya menggunakan kekuatan yang tersedia. Disamping strategi merupakan seni, lambat laun ia juga merupakan ilmu pengetahuan. Lambat laun strategi yang tadinya hanya di gunakan dalam bidang militer, memperoleh perhatian pula dari bidang lain. Strategi pada dasarnya merupakan suatu rangkaian kerangka rencana dantindakan yang disusun dan disiapkan dalam suatu rangkaiyan pentahapan yang masing-masing merupakan jawaban yang optimal terhadap tantangan baru yang mungkin terjadi sebagai akibat dari langkah sebelumnya, dan keseluruhan proses ini terjadi dalam suatu arah tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Startegi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan nasional dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan politik nasional. Dalam rangka nasional, maka strategi nasional merupakan pelaksanaan dari kebijakan nasional, atau dengan kata lain, strategi adalah politik dalam pelaksanaan. Dengan demikian maka strategi nasional sebagai rencana dan pelaksanaan harus kenyal, dinamis, disesuaikan dengan kondisi, situasi dan kemampuan disamping nilai seni.

Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.
Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di itngkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden, yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. Dalam pemerintahan yang demokratis kekuasaan tidak berada dan dijalankan oleh satu badan tapi dilaksanakan oleh beberapa badan atau lembaga. tujuan dari dibagi-baginya penyelenggaraan kekuasaan tersebut, agar kekuasaan tidak terpusat hanya pada satu tangan yang dapat berakibat pada terjadinya pemerintahan yang otoriter dan terhambatnya peran serta rakyat dalam menentukan keputusan-keputusan politik. Dengan adanya pembagian kekuasaan dalam penyelenggaraan negara sebagai salah satu ciri negara demokrasi, di dalamnya terdapat beberapa badan penyelenggara kekuasaan seperti, badan legislatif, eksekutif, yudikatif dan lain-lain. pada umumnya negara yang menerapkan sistem pembagian kekuasaan mengacu pada teori “trias politica” montesquieu dengan melakukan beberapa variasi dan pengembangan dari teori tersebut dalam penerapannya.